Selasa, 13 September 2016



Lampu lalu lintas 

  1.       Sejarah lampu lalu lintas




Penemu lampu lalu lintas adalah Lester Farnsworth Wire. Awal penemuan ini diawali ketika suatu hari ia melihat tabrakan antara mobil dan kereta kuda. Kemudian ia berpikir bagaimana cara menemukan suatu pengatur lalu lintas yang lebih aman dan efektif. Sebenarnya ketika itu telah ada sistem perngaturan lalu lintas dengan sinyal stop dan go. Sinyal lampu ini pernah digunakan di London pada tahun 1863. Namun, pada penggunaannya sinyal lampu ini tiba-tiba meledak, sehingga tidak dipergunakan lagi. Morgan juga merasa sinyal stop dan go memiliki kelemahan, yaitu tidak adanya interval waktu bagi pengguna jalan sehingga masih banyak terjadi kecelakaan. Penemuan Morgan ini memiliki kontribusi yang cukup besar bagi pengaturan lalu lintas, ia menciptakan lampu lalu lintas berbentuk huruf T. Lampu ini terdiri dari tiga lampu, yaitu sinyal stop (ditandai dengan lampu merah), go (lampu hijau), posisi stop (lampu kuning). Lampu kuning inilah yang memberikan interval waktu untuk mulai berjalan atau mulai berhenti. Lampu kuning juga memberi kesempatan untuk berhenti dan berjalan secara perlahan.


Jenis lampu lalu lintas
Berdasarkan cakupannya
  • Lampu lalu lintas terpisah — pengoperasian lampu lalu lintas yang pemasangannya didasarkan pada suatu tempat persimpangan saja tanpa mempertimbangkan persimpangan lain.
  • Lampu lalu lintas terkoordinasi — pengoperasian lampu lalu lintas yang pemasangannya mempertimbangakan beberapa persimpangan yang terdapat pada arah tertentu.
  • Lampu lalu lintas jaringan — pengoperasian lampu lalu lintas yang pemasangannya mempertimbangkan beberapa persimpangan yang terdapat dalam suatu jaringan yang masih dalam satu kawasan.
Berdasarkan cara pengoperasiannya
  • Fixed time traffic signal — lampu lalu lintas yang pengoperasiaannya menggunakan waktu yang tepat dan tidak mengalami perubahan.
  • Actuated traffic signal — lampu lalu lintas yang pengoperasiaannya dengan pengaturan waktu tertentu dan mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan kedatangan kendaraan dari berbagai persimpangan.
Tujuan adanya lampu lalu lintas
  • Menghindari hambatan karena adanya perbedaan arus jalan bagi pergerakan kendaraan.
  • Memfasilitasi persimpangan antara jalan utama untuk kendaraan dan pejalan kaki dengan jalan sekunder sehingga kelancaran arus lalu lintas dapat terjamin.
  • Mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan karena perbedaan arus jalan.
Perkembangan lampu lalu lintas
  • Pada 10 Desember 1868, lampu lalu lintas pertama dipasang di bagian luar Gedung Parlemen di Inggris oleh sarjana lalu lintas, J.P Knight. Lampu ini menyerupai penunjuk waktu (jam) dengan bentuk seperti semapur dan lampu merah dan hijau untuk malam hari. Lampu-lampu tersebut berasal dari tenaga gas.
  • Pada 2 Januari 1869, tiba-tiba lampu tersebut meledak dan melukai seorang polisi sehingga harus dioperasi.
  • Pada awal 1912 Lampu lalu lintas modern ditemukan di Amerika Serikat. Di Salt Lake City, seorang polisi, Utah, menemukan lampu lintas pertama yang dijalankan dengan tenaga listrik.
  • Pada 5 Agustus 1914, American Traffic Signal Company memasang sistem lampu sinyal di dua sudut jalan di Ohio. Lampu sinyal ini terdiri dari dua warna, merah dan hijau, dan sebuah bel listrik. Lampu ini di desain oleh James Hoge. Keberadaan bel di sini untuk memberi peringatan jika adanya perubahan nyala lampu. Lampu rancangan Hoge ini dapat dikontrol oleh polisi dan pemadam kebakaran jika ada dalam keadaan darurat.
  • Pada awal tahun 1920, lampu lalu lintas dengan tiga warna pertama dibuat oleh seorang petugas polisi, William Potts, di Detroit, Michigan.
  • Pada tahun 1923, Garrett Morgan mematenkan alat sinyal lampu lalu lintas.
  • Tahun 1917, lampu lalu lintas pertama dijalankan saling berhubungan satu dengan yang lain. Interkoneksi antarlampu ini dijalankan pada enam persimpangan yang dikontrol secara bersamaan dengan tombol manual.
  • Lampu lalu lintas pertama yang dioperasikan secara otomatis diperkenalkan pada Maret 1922 di Houston, Texas.
  • Di Inggris, lampu lalu litas pertama dioperasikan di Wolverhampton pada tahun 1927.
Warna lampu lalu lintas
Warna yang paling umum digunakan untuk lampu lalu lintas adalah merah, kuning, dan hijau. Merah menandakan berhenti atau sebuah tanda bahaya, kuning menandakan hati-hati, dan hijau menandakan boleh memulai berjalan dengan hati-hati. Biasanya, lampu warna merah mengandung beberapa corak berwarna jingga, dan lampu hijau mengandung beberapa warna biru. Ini dimaksudkan agar orang-orang yang buta warna merah dan hijau dapat mengerti sinyal lampu yang menyala. Di Amerika Serikat, lampu lalu lintas memiliki pinggiran berwarna putih yang dapat menyala dalam kegelapan. Ini bertujuan agar orang yang mengidap buta warna dapat membedakan mana lampu kendaraan dan yang mana lampu lalu lintas dengan posisinya yang vertikal.
Sistem lampu lalu lintas
Sistem pengendalian lampu lalu lintas dikatakan baik jika lampu-lampu lalu lintas yang terpasang dapat berjalan baik secara otomatis dan dapat menyesuaikan diri dengan kepadatan lalu lintas pada tiap-tiap jalur. Sistem ini disebut sebagai actuated controller. Namun, para akademisi Indonesia telah menemukan sistem baru untuk menjalankan lampu lalu lintas. Sistem ini dikenal sebagai Logika fuzzy. Metode logika fuzzy digunakan untuk menentukan lamanya waktu lampu lalu lintas menyala sesuai dengan volume kendaraan yang sedang mengantre pada sebuah persimpangan. Hasil pengujian sistem logika fuzzy ini menunjukkan bahwa sistem lampu dengan logika ini dapat menurunkan keterlambatan kendaraan sebesar 48,44% dan panjang antrean kendaraan sebesar 56,24%; jika dibandingkan dengan sistem lampu konvensional. Lampu lalu lintas pada umumnya dioperasikan dengan menggunakan tenaga listrik. Namun, saat ini sudah perkembangan teknologi lampu lalu lintas dengan tenaga matahari.


Jumat, 26 Februari 2016

UKK Adm. Perkantoran



AGENDA KEGIATAN PIMPINAN
Ibu Ambar Wijaya,S.Si.,M.Sc.
Periode 2-30 Oktober 2015

No.
Hari,tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
Keterangan
1.
Jum’at,
2 Oktober 2015
13.00-16.00
Melakukan pertemuan bisnis dengan Dewan Komisaris
Di Bandung
Dengan agenda evaluasi target pemasaran
2.
Senin,
5 Oktober 2015
13.00-15.00
Rapat studi kelayakan bisnis
Di ruang pertemuan bagian keuangan
Dengan seluruh manajer bagian
3.
Rabu,
7 Oktober 2015
07.30-09.00
Rapat koordinasi perusahaan secara rutin
Di ruang pertemuan
Dihadiri seluruh staff manajemen kantor
4.
Kamis,
8 Oktober 2015
10.00-12.00
Menerima kunjungan dari perwakilan Sarikat Pekerja Seluruh Indonesia
Di ruang pertemuan perusahaan
-
5.
Selasa,
13 Oktober 2015
09.30-11.00
Meeting dengan notaris Bapak Aidil Haq,S.H.dari Firma Yustisia
Di ruang pimpinan
-
6.
Rabu,
14 Oktober 2015
07.30-09.00
Rapat koordinasi perusahaan secara rutin
Di ruang pertemuan
Dihadiri seluruh staff manajemen kantor
7.
Jumat,
16 Oktober 2015
08.00-Selesai
Pembukaan pertandingan futsal persahabatan antar divisi
Di Pelle Futsal Babasari Yogyakarta
-
8.
Selasa,
20 Oktober 2015
12.00-Selesai
Menjamu makan siang Direktur PT. Madu Kencana Bapak Suminar Bagaskara,M.B.A
Di Omah Dhuwur Resto
Jalan Mondorakan No. 252 Kotagede Yogyakarta
-
9.
Rabu,
21 Oktober 2015
07.30-09.00
Rapat koordinasi perusahaan secara rutin
Di ruang pertemuan
Dihadiri seluruh staff manajemen kantor
10.
Jum’at,
23 Oktober 2015
19.00-21.00
Menjadi pemateri pada Sarasehan dengan tajuk “Investasi Profit era Baru”
Di Ballroon Inna Garuda Hotel Yogyakarta
Dihadiri “Gerakan Pengusaha Muda pimpinan Ibu Kiara Chandra
11.
Senin,
26 Oktober 2015
10.00-14.00
Melaksanakan inspeksi  di kantor cabang Solo
Di Solo
-
12.
Rabu,
28 Oktober 2015
07.30-09.00
Rapat koordinasi perusahaan secara rutin
Di ruang pertemuan
Dihadiri seluruh staff manajemen kantor
13.
Kamis ,
29 Oktober 2015
Jum’at,
30 Oktober 2016
09.00-21.00
Menghadiri konferensi bisnis selama 2 hari
Di Jogja Expo Center Jl. Raya Janti Yogyakarta
Menginap di Santika Hotel
Jl.Jenderal Sudirman 19 Yogyakarta
                                                                                                                           

                                                                                                                                      Yogyakarta, 30 September 2015 
       Menyetujui,                                                                            Disusun oleh,



     Ambar Wijaya,S.Si.,M.S.c.                                                  Santi Oktaviana
     Kepala Wilayah Yogyakarta                                                    Sekretaris